Kenang Jasa Pastor Anton Belau, Aula Paroki Bilogai Resmi Dinamai Pater Anton Missael Belau Tempat Nduni Dole-Au Mego Au

Karpus
6 Min Read
Pater Anton Misael Belau, OFM — Jejak Kasih dan Pengabdian yang Tak Pernah Padam/foto.KOMSOS Paroki Bilogai

BILOGAI, WARTAPAROKIBILOGAI.COM – Gedung serbaguna Paroki Santo Mikael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, resmi diberi nama Pastor Anton Missael Belau, OFM, pada Kamis, 10 September 2026.

Pemberian nama tersebut dilakukan oleh Pastor Dekan Dekenat Moni-Puncak sekaligus Pastor Paroki Bilogai, P. Yanuarius Yance W. Yogi, Pr., sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta perjuangan Pastor Anton Missael Belau, OFM dalam perjalanan pewartaan Gereja Katolik di wilayah Intan Jaya dan tanah Moni/Migani.

Kegiatan pemberian nama aula berlangsung setelah perayaan Misa pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan gedung serbaguna, pemberian nama aula, serta pembentukan panitia perayaan Hari Ulang Tahun Paroki Bilogai.

“Nduni Dole-Au Mego Au”, Sebuah Nama yang Sarat Makna

Nama yang diberikan pada gedung serbaguna tersebut adalah “Pastor Anton Missael Belau, OFM – Nduni Dole-Au Mego Au.” Ungkapan tersebut berasal dari bahasa Moni/Migani dan memiliki makna yang erat dengan kehidupan sosial, budaya, serta nilai kebersamaan masyarakat setempat.

Dalam pemaknaan masyarakat Moni/Migani, “Nduni” berarti honai laki-laki, yakni tempat berkumpul dan menjadi ruang kehidupan laki-laki dalam konteks adat dan budaya. Sementara “Dole Au-Mego Au” mengandung makna berbicara dan berpikir untuk orang banyak dan negeri.

Dengan demikian, ungkapan “Nduni Dole-Au Mego Au” menggambarkan sebuah ruang untuk berkumpul, berdiskusi, berpikir, berbicara, dan mengambil sikap demi kepentingan banyak orang serta kemajuan negeri.

Makna tersebut dinilai selaras dengan fungsi aula paroki sebagai ruang bersama umat. Aula bukan hanya menjadi tempat berkumpul untuk kegiatan Gereja, tetapi juga diharapkan menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, berdialog, berdiskusi, merencanakan karya pastoral, serta mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi umat dan masyarakat.

Mengabadikan Nama Sang Perintis

Pemberian nama Pastor Anton Missael Belau, OFM merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenang memiliki jasa dalam perjalanan awal pewartaan Gereja di wilayah Intan Jaya dan masyarakat Suku Moni/Migani.

Pastor Anton Belau dikenang sebagai salah satu tokoh yang membuka jalan awal misi Gereja di wilayah tersebut dan menjadi putra Intan Jaya yang mengabdikan hidupnya sebagai imam. Ia meninggal dunia pada tahun 2006.

Karena jasa dan pengabdiannya tersebut, Tim Pastoral Paroki (TIMPAS) bersama umat sepakat mengabadikan namanya pada gedung serbaguna Paroki Bilogai.

Pemberian nama itu tidak dimaksudkan sekadar sebagai identitas sebuah bangunan, tetapi menjadi tanda penghormatan sekaligus pengingat bagi umat akan sejarah perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan Gereja di tanah Intan Jaya.

Dalam arahannya, Pastor Yanuarius Yance mengajak umat untuk terus mengenang dan menghargai para pendahulu yang telah berjasa dalam perkembangan Gereja dan kehidupan masyarakat.

Ia mengajak umat menghadirkan kembali semangat para tokoh yang telah berkarya di kompleks misi dan Gereja agar perjuangan mereka tetap menjadi inspirasi serta doa bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

“Nama gedung umum, jalan, dan tempat-tempat umum kita harus kasih nama mereka yang sudah berjasa bagi kita dan daerah ini,” ujar Pastor Yance.

Menurutnya, pemberian nama tokoh pada berbagai fasilitas umum merupakan salah satu cara untuk menjaga ingatan sejarah dan memperkenalkan jasa para pendahulu kepada generasi muda.

Karena itu, ia juga mengingatkan umat agar menjaga berbagai sarana dan prasarana Gereja yang telah dibangun dan diberkati.

“Kita harus menjaga, bukan merusaknya. Tidak hanya di pusat paroki, tetapi di stasi-stasi juga, bahkan di kombas,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bilogai, Karpus Belau. Ia mengajak seluruh umat untuk menjaga fasilitas Gereja yang telah dibangun dengan susah payah agar dapat terus digunakan untuk kepentingan bersama.

Karpus menegaskan bahwa kompleks Gereja bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga merupakan ruang bersama yang harus dijaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kesakralannya.

“Kita harus jaga bangunan gereja, rumah pastoral, halaman dan taman yang ada di sekitar kompleks gereja. Jangan jadikan halaman gereja dan kompleks misi untuk tempat berperan, mabuk-mabukan dan lain-lain,” tegas Karpus.

Ia berharap umat memiliki rasa memiliki terhadap seluruh fasilitas Gereja, mulai dari gereja, rumah pastoral, aula, halaman, taman, hingga fasilitas yang terdapat di setiap stasi dan kombas.

Menurutnya, menjaga fasilitas Gereja merupakan bagian dari tanggung jawab bersama agar seluruh sarana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pastoral, pembinaan iman, pendidikan, pertemuan umat, kegiatan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Prosesi pemberkatan dan pemberian nama aula diikuti umat dari 17 stasi dan empat wilayah pelayanan pastoral Paroki Bilogai.

Umat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan khidmat. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi umat untuk mengenang kembali perjalanan sejarah Gereja di tanah Intan Jaya serta jasa para tokoh yang telah mendahului mereka.

Dengan diabadikannya nama Pastor Anton Missael Belau, OFM – Nduni Dole-Au Mego Au, umat berharap semangat pelayanan, pengorbanan, dan perjuangan sang pendahulu terus hidup dalam kehidupan Gereja.

Lebih dari sekadar nama sebuah gedung, “Nduni Dole-Au Mego Au” menjadi pesan bagi umat bahwa setiap ruang bersama harus menjadi tempat untuk berbicara, berpikir, dan bekerja demi kepentingan banyak orang dan negeri.

Dari aula tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan, keputusan, dan karya yang membawa kebaikan bagi umat Paroki Bilogai serta masyarakat di tanah Intan Jaya. (*)

 

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *