Umat Paroki Bilogai Rayakan Misa Pembukaan Bulan Maria, Pastor Ajak Umat Tekun Berdoa Rosario

Redaksi
3 Min Read
Umat Katolik Paroki Santo Mikael Bilogai mengikuti Misa Kudus pembukaan Bulan Maria yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, P. Yanuarius Yance W. Yogi, Pr, di Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Kamis (1/10/2026).

BILOGAI, WARTAPAROKIBILOGAI.COM – Umat Katolik Paroki Santo Mikael Bilogai, Dekenat Moni-Puncak, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, merayakan Misa Kudus pembukaan Bulan Maria pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai. Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 15.10 Waktu Papua (WP) tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, P. Yanuarius Yance W. Yogi, Pr, dan berlangsung dengan khidmat.

Dalam homilinya, Pastor Yanuarius mengajak seluruh umat untuk meningkatkan kehidupan doa, khususnya melalui doa Rosario selama Bulan Maria. Ia menegaskan pentingnya membangun hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Saya mengajak kita semua untuk berdoa Rosario, terutama di Bulan Maria ini, sehingga doa dan harapan kita umat-Nya bisa terkabulkan,” ajaknya dalam homili.

Ia juga mengajak umat agar menjadikan Bulan Maria sebagai kesempatan untuk memperdalam iman, memperkuat kehidupan rohani, serta menyerahkan segala pergumulan, harapan dan permohonan kepada Tuhan melalui doa dan perantaraan Bunda Maria.

Dalam tradisi iman Katolik, Bunda Maria mendapat penghormatan istimewa karena dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Penghormatan kepada Bunda Maria bukanlah penyembahan, sebab penyembahan hanya ditujukan kepada Allah Tritunggal Mahakudus, yakni Bapa, Putra dan Roh Kudus. Gereja Katolik menghormati Maria sebagai Bunda Allah, teladan iman, ketaatan dan kesetiaan dalam mengikuti kehendak Allah.

Ajaran tersebut ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik, khususnya artikel 963–971, yang menjelaskan bahwa Maria memiliki peranan istimewa dalam misteri keselamatan dan kehidupan Gereja. Melalui kesediaannya menerima kehendak Allah, Maria mengambil bagian dalam rencana keselamatan melalui kelahiran Yesus Kristus. Gereja juga memandang Maria sebagai Bunda Gereja dan teladan bagi seluruh umat beriman.

Doa Rosario menjadi salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Bunda Maria. Melalui doa ini, umat diajak merenungkan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus, mulai dari kelahiran, pewartaan, penderitaan, wafat hingga kebangkitan-Nya. Dengan demikian, doa Rosario bukan hanya rangkaian doa yang diulang, melainkan sarana untuk semakin mengenal, menghayati dan mengikuti teladan hidup Kristus.

Dalam doa Salam Maria, umat memohon agar Bunda Maria mendoakan mereka di hadapan Allah. Umat Katolik percaya bahwa Maria senantiasa mendoakan anak-anaknya dan mengarahkan mereka kepada Putranya, Yesus Kristus, satu-satunya Pengantara keselamatan. Oleh karena itu, setiap doa dan permohonan tetap diserahkan kepada kehendak dan kasih Allah.

Perayaan Misa pembukaan Bulan Maria ini menjadi momentum rohani bagi umat Paroki Santo Mikael Bilogai untuk memperbarui semangat iman, meningkatkan kebersamaan dalam doa, serta menghidupi nilai-nilai kasih, kerendahan hati, ketaatan dan pengharapan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui perayaan ini, umat diharapkan semakin tekun mendaraskan doa Rosario, baik secara pribadi maupun bersama keluarga dan lingkungan, sehingga Bulan Maria tidak hanya menjadi perayaan devosional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman dan mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *