VATIKAN, WARTAPAROKIBILOGAI.COM — Paus Leo XIV mengajak seluruh Gereja untuk memberikan perhatian lebih besar kepada mereka yang mengalami persoalan kesehatan mental. Ajakan tersebut disampaikan melalui intensi doa Paus untuk bulan Oktober 2026 yang secara khusus didedikasikan bagi pelayanan kesehatan mental.
Melalui video “Berdoa bersama Paus” yang diproduksi oleh Jaringan Doa Sedunia Paus, Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa bagi saudara-saudari yang mengalami kecemasan, depresi, maupun berbagai persoalan kesehatan mental lainnya.
Paus berharap Gereja sungguh-sungguh menjadi “rumah terbuka”, tempat setiap orang yang sedang menghadapi tantangan kesehatan mental dapat menemukan penerimaan, martabat, dan harapan.
Dalam doa tersebut, Paus Leo memegang gambar Santa Dymphna, yang dikenal sebagai pelindung orang-orang yang mengalami gangguan mental serta para profesional yang memberikan pelayanan di bidang kesehatan mental.
Allah kehidupan,” demikian Paus berdoa, adalah Dia yang mengetahui kedalaman hati manusia dan luka-luka sunyi yang terkadang tidak dilihat oleh siapa pun.
Paus kemudian membawa dalam doanya mereka yang mengalami penderitaan secara diam-diam karena kecemasan, depresi, atau penyakit mental lainnya.
Gereja Dipanggil Mendengarkan Tanpa Menghakimi
Paus Leo XIV juga memohon pengampunan atas situasi ketika umat Kristiani memilih untuk berpaling dari mereka yang sedang mengalami persoalan kesehatan mental. Menurutnya, sikap semacam itu dapat turut memperkuat stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang dengan gangguan mental.
Karena itu, Paus berdoa agar Gereja menjadi ruang yang aman, tempat setiap orang memiliki tempat dan merasa diterima.
Gereja, menurut Paus, dipanggil menjadi komunitas yang mendampingi dan tidak mengecualikan, mendengarkan tanpa menghakimi, serta berani mendekati mereka yang sedang menderita tanpa rasa takut.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penderitaan seseorang tidak selalu dapat terlihat secara kasatmata. Karena itu, perhatian, kepedulian, persahabatan, dan pendampingan menjadi bagian penting dari pelayanan Gereja.
Doa bagi Keluarga, Tenaga Profesional dan Relawan
Intensi doa Paus Leo XIV tidak hanya ditujukan kepada mereka yang mengalami persoalan kesehatan mental, tetapi juga kepada orang-orang yang setia mendampingi mereka.
Paus secara khusus mendoakan para profesional kesehatan mental, anggota keluarga, serta para relawan yang memberikan perhatian dan pelayanan kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan.
Paus memohon agar mereka memperoleh kekuatan dan belas kasih sehingga mampu menjadi jembatan pengertian dan penghiburan bagi mereka yang membutuhkan.
Pada bagian akhir doanya, Paus memohon agar Roh Kudus menolong umat untuk belajar menerima dan mengintegrasikan kepedulian terhadap kesehatan mental ke dalam kehidupan dan pelayanan komunitas serta seluruh Gereja.
Dengan demikian, Gereja diharapkan menjadi tanda hidup dari belas kasih Allah yang tidak pernah meninggalkan manusia dan selalu memberikan pemulihan.
Lebih dari Satu Miliar Orang Mengalami Gangguan Mental
Menurut informasi yang menyertai intensi doa Paus, lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan mental. Namun, belanja publik untuk kesehatan mental secara global masih berada di sekitar dua persen dari anggaran kesehatan.
Direktur Internasional Jaringan Doa Sedunia Paus, Pater Cristóbal Fones, mengatakan bahwa banyak orang yang mengalami gangguan mental merasa tidak mampu membicarakan penderitaan yang mereka alami. Sebagian lainnya menghadapi penghakiman, kesalahpahaman, bahkan kehilangan harapan.
Karena itu, Gereja diajak untuk membuka hati terhadap kenyataan tersebut dan berdoa sepanjang bulan Oktober bagi mereka yang mengalami persoalan kesehatan mental serta bagi semua orang yang mendampingi mereka.
Berbagai pelayanan kesehatan mental yang dilakukan oleh lembaga-lembaga Katolik, universitas, paroki, dan kelompok pendukung juga menjadi bagian dari upaya Gereja untuk hadir dan mendampingi orang-orang yang mengalami gangguan mental beserta keluarganya.
Ajakan bagi Umat Paroki
Intensi doa Paus Leo XIV pada bulan Oktober menjadi ajakan bagi seluruh umat Katolik untuk membangun komunitas yang lebih peduli dan manusiawi.
Di tengah kehidupan masyarakat, tidak sedikit orang yang mungkin sedang menghadapi persoalan, kesepian, kecemasan, tekanan hidup, atau penderitaan yang tidak diketahui oleh orang lain. Gereja dipanggil untuk tidak menghakimi, tetapi hadir, mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi.
Pesan Paus ini sekaligus mengingatkan umat bahwa kasih Kristiani bukan hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kehadiran nyata bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Mendengarkan tanpa menghakimi, mendekat tanpa rasa takut, dan mendampingi tanpa mengecualikan menjadi semangat yang dapat dihidupi oleh setiap umat dalam keluarga, lingkungan, stasi, paroki, maupun masyarakat.”
Semoga sepanjang bulan Oktober, umat Katolik di mana pun berada semakin bersatu dalam doa bagi mereka yang mengalami persoalan kesehatan mental dan bagi semua orang yang dengan penuh kasih mendampingi mereka.(*)
Sumber: Vatican News, 1 Oktober 2026.


